Pada tanggal 10 oktober 2024, 40 Kepala Desa dan Kader Digital Tanah Bumbu Sumatra Barat berkunjung ke Desa Bengkel dalam rangka study tiru Desa Cerdas, yang rencananya akan diaplikasikan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Pada kesempatan tersebut, Perbekel Desa Bengkel I Nyoman Wahya Biantara mempresentasikan apa saja yang telah dilakukan dalam upaya menuju Desa Cerdas utamanya dalam digitalisasi birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dikesempatan lain, Direktur BUMDes ASASTA Rai Sujana, juga mempresentasikan unit usaha yang dikelola oleh BUMDes serta langkah digitalisasi yang dilakukan untuk transparansi dan kemajuan pada setiap unit usaha yang dikelola.
Hadir Pula Perwakilan dari Open Desa yang berkantor di Sumatra untuk memaparkan kepada peserta yang hadir bahwa platfform OpenSID yang digunakan oleh Desa Bengkel saat ini merupakan platform terbuka dan dapat digunakan serta dikembangkan oleh seluruh Desa di Indonesia secara mandiri.
Selain Kepala Desa serta Kader Digital, hadir pula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tanah Bumbu serta Tabanan serta Camat Kediri untuk saling bertukar pengalaman dalam membangun Desa Cerdas diwilayah masing-masing.
Setelah melakukan pengenalan Desa di Gedung Serba Guna Desa Bengkel, peserta studi tiru diajak untuk berkunjung ke rumah warga untuk melihat pemilahan sampah yang dilakukan di masing-masing rumah tangga.
Didampingi oleh tim dari TPS 3 R Bestari seklaigus menjelaskan bagaimana cara penomoran rumah dan penjelasan mengenai pemilahan sampah. Pada saat berkunjung ke salah satu rumah warga, ternyata terdapat budidaya magot yang dijadikan untuk pakan ternak. Sampah organik yang dihasilkan rumah tangga dimanfaatkan untuk pakan magot.
Setelah itu, tim studi tiru diajak untuk berkunjung ke TPS 3 R Bestari. Mereka diajak untuk melihat pemilahan yang dilakukan oleh TPS 3 R. Serta melihat proses pembuatan kompos yang bisa digunakan untuk pupuk organik.
Pada tanggal 10 oktober 2024, 40 Kepala Desa dan Kader Digital Tanah Bumbu Sumatra Barat berkunjung ke Desa Bengkel dalam rangka study tiru Desa Cerdas, yang rencananya akan diaplikasikan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Pada kesempatan tersebut, Perbekel Desa Bengkel I Nyoman Wahya Biantara mempresentasikan apa saja yang telah dilakukan dalam upaya menuju Desa Cerdas utamanya dalam digitalisasi birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dikesempatan lain, Direktur BUMDes ASASTA Rai Sujana, juga mempresentasikan unit usaha yang dikelola oleh BUMDes serta langkah digitalisasi yang dilakukan untuk transparansi dan kemajuan pada setiap unit usaha yang dikelola.
Hadir Pula Perwakilan dari Open Desa yang berkantor di Sumatra untuk memaparkan kepada peserta yang hadir bahwa platfform OpenSID yang digunakan oleh Desa Bengkel saat ini merupakan platform terbuka dan dapat digunakan serta dikembangkan oleh seluruh Desa di Indonesia secara mandiri.
Selain Kepala Desa serta Kader Digital, hadir pula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tanah Bumbu serta Tabanan serta Camat Kediri untuk saling bertukar pengalaman dalam membangun Desa Cerdas diwilayah masing-masing.
Setelah melakukan pengenalan Desa di Gedung Serba Guna Desa Bengkel, peserta studi tiru diajak untuk berkunjung ke rumah warga untuk melihat pemilahan sampah yang dilakukan di masing-masing rumah tangga.
Didampingi oleh tim dari TPS 3 R Bestari seklaigus menjelaskan bagaimana cara penomoran rumah dan penjelasan mengenai pemilahan sampah. Pada saat berkunjung ke salah satu rumah warga, ternyata terdapat budidaya magot yang dijadikan untuk pakan ternak. Sampah organik yang dihasilkan rumah tangga dimanfaatkan untuk pakan magot.
Setelah itu, tim studi tiru diajak untuk berkunjung ke TPS 3 R Bestari. Mereka diajak untuk melihat pemilahan yang dilakukan oleh TPS 3 R. Serta melihat proses pembuatan kompos yang bisa digunakan untuk pupuk organik.