You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Jumlah Pelanggan Pelayanan Sampah di TPS3R Bestari Naik 9,09% Setelah Sosialisasi di Banjar Bengkel Gede

Pemdes 07 Agustus 2024 Dibaca 103 Kali
Jumlah Pelanggan Pelayanan Sampah di TPS3R Bestari Naik 9,09% Setelah Sosialisasi di Banjar Bengkel Gede

Dimulai sejak 7 Juli 2024, Pemerintah Desa Bengkel melakukan sosialisasi ke banjar - banjar mengenai sistem pengelolaan sampah yang dilakukan di Desa Bengkel. Meskipun telah berjalan selama tiga tahun, sosialisasi ini masih terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah agar lingkungan tetap bersih.

Peran serta kepala wilayah, prajuru adat dan prajuru tempek sangat penting dalam proses ini untuk bersama - sama mengajak warga dalam meningkatkan kesadara terhadap kebersihan lingkungan. Untuk itu kami mengajak semua komponen masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam kegiatan ini.

4184afce-a246-4b0e-8396-db195c2bfbb1

Pada setiap akhir sesi, kami meminta warga untuk menuliskan alasan mengapa tidak mengikuti layanan pengelolan sampah yang telah berjalan kurang lebih tiga tahun. Dengan demikian, kami dapat mengetahui lebih jelas alasan - alasan tersebut untuk kemudian kami evaluasi dalam pelaksanaannya.

Berikut adalah rangkuman kegiatan yang telah kami lakukan di Banjar Bengkel Gede:

7 Juli 2024- Sosialisasi di Tempek 1 Banjar Bengkel Gede

Sosialisasi dihadiri langsung oleh Perbekel Desa Bengkel, Prajuru Adat serta Kelian Tempek dimana Bapak Perbekel menceritakan pengalamannya belajar pengelolaan sampah di Kota Osaki, Jepang.

e13fcf88-a76e-4882-a989-019cb1e71d8c

Setelah sosialisasi, kami menanyakan kepada warga yang belum mengikuti layanan, mengapa mereka tidak ikut. Jawaban kami minta dituliskan dalam secarik kertas lalu kami kelompokan beberapa jawaban yang sama.

Setelah kami kelompokan, kami langsung berikan pemahaman jika memang ada alasan-alasan yang menurut kami masyarakat kurang paham.

Jawaban-jawabannya menarik, diantaranya:

  1. Malas memilah,
  2. Tidak ada waktu mengurus sampah,
  3. Tidak punya sampah
  4. Karena belum diwajibkan dsb. 

Setiap jawaban kami kumpulkan, sampai di akhir nanti kami akan lakukan evaluasi untuk kami sampaikan kembali pada sosialisasi selanjutnya.

21 Juli 2024- Sosialisasi di Tempek 2 Banjar Bengkel Gede

Pada sosialisasi kali ini juga dihadiri oleh Perbekel, Sekretaris Desa, Kepala Wilayah dan Prajuru Tempek.

fde8fc1a-4c5a-4cc2-99de-905a63a8cf5f 

Hampir sama dengan apa yang kami dapatkan di tempek 1, alasan warga tidak ikut pengelolaan sampah adalah sebagai berikut:

  1. Karena tidak bisa memilah dan terlalu susah.
  2. Biayanya mahal dan minta agar gratis
  3. Karena sudah punya lahan atau halaman belakang
  4. Paham dan akan ikut layanan dan mensupport.1. Karena tidak bisa memilah dan terlalu susah.
  5. Biayanya mahal dan minta agar gratis
  6. Karena sudah punya lahan atau halaman belakang
  7. Paham dan akan ikut layanan dan mensupport.

5 Agustus 2024- Sosialisasi di Tempek 3 Banjar Bengkel Gede

Kami tidak mendapatkan banyak masukan / alasan oleh warga pada saat kami sosialisasi di Tempek 3, dikarenakan sebagian besar warga sudah mengikuti layanan.

65eea43d-303f-4b85-a6db-ff92f92b3ed0 

Jika kami rangkum hanya ada dua alasan utama yang disampaikan yaitu:

  1. Kurangnya sosialisasi
  2. Setelah sosialisasi menyatakan akan ikut layanan.

Sejak kami melaksanalan sosialisasi di Banjar Bengkel Gede sebanyak 3 kali, ada peningkatan jumlah nasabah sebesar 9,09%. Sosialisasi akan terus berlanjut di Bulan Agustus ke masing-masing tempek / kelompok di tiga banjar lainnya.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan