25 April 2024, team pengelolaan sampah dari Ōsaki Jepang datang ke TPS3R Desa Bengkel untuk melihat proses pengelolaan sampah yang kami lakukan saat ini.
Setelah di evaluasi, selanjutnya kami diberikan kesempatan oleh Pemerintah Kabupaten dan Provinsi untuk lebih banyak belajar ke Ōsaki dan melihat sistem daur ulang sampah yang telah dilakukan disana semenjak tahun 1998.
Ōsaki adalah salah satu kota di Jepang yang mendapatkan predikat Desa Sirkuler, dimana desa-desa di kota Ōsaki berhasil mendaur ulang sampahnya mencapai 83%.
Pada tahun 1998, Kota Ōsaki dihadapkan dengan permasalahan sampah, dimana TPA yang dimiliki oleh kota tersebut sudah overload. Hanya ada tiga pilihan yang dimiliki oleh pemerintah kota saat itu:
- Membuat incenerator yang membutuhkan biaya oprasional yang sangat tinggi
- Membuat TPA baru yang mendapatkan banyak protes dari masyarakat
- Memperpanjang umur TPA dengan menerapkan pemilahan berbasis sumber.
Dari tiga pilihan tersebut, pemerintah kota Ōsaki akhirnya memilih opsi terakhir dengan konsekwensi hasilnya tentu tidak bisa instant dirasakan.
Setelah 26 tahun berlalu, dampaknya baru dirasakan saat ini. Kini sebagian besar sampah di Kota Ōsaki sudah dapat didaur ulang. Bahkan informasi yang saya dapatkan kemarin, pampers pun sudah tidak dianggap residu. Pampers di Ōsaki kini sudah bisa didaur ulang kembali.