Jumat 26 April 2024, Kelompok petani organik mendapatkan hasil panennya. Sama seperti panen sebelumnya, BUMDes Asasta menyerahkan tabungan sebagai bukti pembayaran hasil panen padi organik mentik susu kepada masing-masing petani.
Pada panen kali ini didapatkan hasil sebanyak 10,5 ton untuk luasan 1,6 Ha. Hasil panen mengalami peningkatan sebesar 21,5% jika dibandingkan hasil panen musim sebelumnya (Oktober 2023). Hal ini membuktikan tidak benar issue yang berkembang selama ini, bahwa bertani secara organik akan menurunkan produktifitas hasil panen. Kuncinya terletak pada perawatan tanah dan penggunaan bibit yang benar.
Program ini merupakan program ketahanan pangan lanjutan di tahun 2023 yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Petani yang mengikuti program ini mendapatkan subsidi berupa pupuk, ongkos tanam dan traktor. Hasil panen kemudian dibeli oleh BUMDes yang kemudian diproses menjadi beras untuk disalurkan kepada masyarakat.
Pada musim tanam November tahun 2023, karena dana APBDes sudah tidak dapat digunakan sebagai pembiayaan program tersebut, BUMDes ASASTA bekerja sama dengan Bank BPD Bali dalam hal permodalan olah lahan.
Musim tanam berikutnya akan dimulai di akhir Mei 2024. Melihat hasil panen yang baik, Bapak Perbekel ingin agar lebih banyak lagi petani yang dapat mengikuti program ini. Petani yang ikut akan tetap diberikan subsidi olah tanah dan jaminan hasil dibeli dengan harga lebih tinggi oleh BUMDes.