Gambang adalah salah satu musik tradisional langka yang masih dilestarikan sampai saat ini diwilayah Desa Adat Bedha. Gambang biasanya dimainkan pada saat ada upacara kematian utamanya ngaben di Wilayah Desa Adat Bedha.
Menurut penuturan Gede Suana, ia adalah generasi ke-9 yang ikut melestarikan kesenian Gambang ini. Diwariskan secara turun temurun hingga 9 generasi, kesenian ini adalah salah satu kesenian sakral yang mana setiap pemainnya harus melewati proses pembersihan diri (mawinten) dahulu sebelum akhirnya mendapatkan izin untuk memainkan alat tersebut pada upacara Pitra Yadnya.
Gede Suana, yang juga dahulu bertugas sebagai Babinsa di Desa Bengkel mengatakan bahwa daun Gambang dan perlengkapan lainnya yang ada belum pernah diganti sejak generasi awal. Sehingga ia dan sekha saat ini bertugas untuk merawatnya dengan baik, sehingga dapat digunakan untuk ngayah keyika ada warga yang mengadakan upacara Pitra Yadnya.