You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Cara Membuat Fungisida Alami (Organik) Dari Bumbu Dapur

Pemdes 19 Oktober 2023 Dibaca 969 Kali
Cara Membuat Fungisida Alami (Organik) Dari Bumbu Dapur

Pada artikel sebelumnya, kami sudah menerangkan cara untuk membuat pupuk organik padat yang berasal dari bahan - bahan yang ada dilingkungan sekitar yang sudah terpakai. Bisa dari sampah dapur atau sampah sisah makanan, bisa juga dari dedaunan yang ada di halaman rumah serta kotoran hewan peliharaan seperti sapi dan ayam. 

Pada artikel kali ini, kami akan memberikan cara atau langkah - langkah untuk membuat Fungisida Organik untuk mengatasi hama penyakit yang biasanya ditemukan pada tanaman. Jamur atau fungi adalah salah satu jenis penggangu pada tanaman karena dapat menghambat perkembangan akar, batang, ranting, buah maupun daun. Sehingga, jika tanaman sudah terserang oleh jamur, pertumbuhan tanaman akan menjadi lambat serta dapat mengakibatkan kematian pada tanaman.

Penyebaran jamur ini bisa melalui udara, air atau serangga dan binatang yang membawanya dari tempat lain. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan penyemprotan fungisida secara berkala agar tanaman tidak terserang oleh hama tersebut. Saat ini penggunaan fungisida dengan bahan kimia masih sering digunakan. Hal ini menyebabkan berbagai dampak buruk, baik kepada lingkungan maupun manusia sendiri. Tidak jarang kita mendengar petani yang keracunan karena menyemprotkan racun kimia untuk mengatasi hama di sawahnya misalnya.

Untuk itu, agar tidak menggunakan bahan - bahan kimia dan terhindar dari bahanya selanjutnya, kita dapat membuat fungisida alami atau organik yang terbuat dari bahan - bahan sekitar kita. Bahan - bahannya tidak sudah dicari, yang diperlukan hanya sedikit meluangkan waktu untuk membuatnya.

Bahan - bahan yang diperlukan untuk membuat Fungisida Organik ini adalah sebagai berikut:

  • 5 Bungkul bawang putih / kesuno
  • 1 Kg daun meniran
  • 15 helai daun salam
  • 3 batang sereh
  • 2 Kg empon - empon atau bungkilan lengkap
  • Cabai rawit 1/4 Kg
  • 15 lembar daun sirih yang sudah tua
  • 25 liter air
  • 1 liter Bioaktivator (bakteri pengurai) Bisa gunakan Biofarm atau EM4

Cara Membuatnya

  1. Cacah seluruh bahan - bahan tersebut menjadi bagian - bagian yang lebih kecil lalu masukan kedalam ember / tong.
  2. Masukan 25 lliter air dan 1 liter Bioaktivator kedalam tong atau ember tersebut lalu aduk seluruh bahan tersebut sampai rata.
  3. Setelah semua teraduk dengan rata, tutup ember / tong dengan menggunakan plastik dan ikat menggunakan karet atau tali supaya rapat dan tidak ada udara yang keluar.
  4. Tutup ember tersebut kemudian diamkan selama 14 hari ditempat  yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.
  5. Pada hari ke 7 pertama, buka tutup tersebut untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan oleh proses fermentasi. Di hari ke 14, cairan tersebut sudah siap untuk digunakan
  6. Saring cairan hasil fermentasi / fungisida organik yang telah jadi tersebut kedalam botol bersih dan siap untuk digunakan.
  7. Biang / bahan - bahan organik yang telah dibuat tadi, jangan dibuang. Sisakan sedikit cairan hasil fermentasi pada ember, kemudian tambahkan kembali 25 liter air dan kembali lakukan proses dari langkah 2 - 6. Proses bisa diulang sebanyak dua kali.

Cara Penggunaan

Jika Anda adalah petani padi, gunakan 600ml fungisida alami tersebut pada 1 are lahan yang Anda miliki. Jika saat ini Anda menggarap lahan seluas 10 are, maka Anda akan memerlukan 6 liter fungisida organik pada lahan tersebut.

Campurkan 5 sampai dengan 10ml / cc larutan fungisida alami tersebut pada pada 1 liter air. Aduk secara merata, lalu semprotkan pada tanaman Anda. Lakukan penyemprotan secara berkala. Pada tanaman padi, sebaiknya dilakukan penyemprotan setiap satu minggu sekali pagi maupun sore hari. 

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan