You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

9 Ton per Hektar Hasil Panen Padi Organik Mentik Susu di Subak Bengkel

Pemdes 08 Oktober 2023 Dibaca 392 Kali
9 Ton per Hektar Hasil Panen Padi Organik Mentik Susu di Subak Bengkel

Dari 274,55 Ha luas wilayah Desa Bengkel, 76,51% diantaranya adalah lahan pertanian yaitu seluas 210,07 Ha. Sedangkan Subak Bengkel yang berada pada dua wilayah desa Dinas yaitu Desa Bengkel dan Desa Pangkung Tibah memiliki luas kurang lebih 325 Ha. Pola tanam yang diterapkan di Subak Bengkel biasanya dua kali menanam padi, sedangkan pada musim jeda petani biasanya menanam palawija.

Sejak tahun 2022, Pemerintah Desa Bengkel dan Pangkung Tibah melalui progam ketahanan pangan, mulai mengajak petani di Subak Bengkel untuk menanam padi dengan pola tanam organik. Di Desa Bengkel, program ketahanan pangan ini telah diintergrasikan dengan program Pengelolaan Sampah di TPS3R Bestari Desa Bengkel. Dimana sebagian pupuk yang digunakan adalah hasil olah sampah rumah tangga yang diproduksi di TPS3R.

IMG-20231006-WA0060 

Pada mulanya hanya ada dua petani yang ikut program tersebut dengan luasan kurang lebih 1 Ha. Berbagai kendala yang dihadapi oleh para petani dengan pola tanam organik tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun berkat adanya pendampingan dari dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, serta mengingat kembali cerita – cerita masa lalu oleh para petani, perlahan – lahan kendala – kendala tersebut dapat dipecahkan.

Saat ini, telah ada 10 petani yang bergabung dalam kelompok Petani Organik Desa Bengkel dengan total luasan 1,6 Ha. Untuk menarik minat para petani dalam menerapkan pola organik dalam merawat tanah, setiap petani yang tergabung dalam kelompok ini diberikan kepastian bahwa hasil panennya pasti akan dibeli oleh Pemerintah Desa Bengkel melalui BUMDes ASASTA Desa Bengkel. BUMDes yang kemudian akan menjualnya dalam bentuk beras kepada pelanggan. Selain itu, Pemerintah Desa Bengkel juga memberikan pupuk, biaya tanam dan biaya traktor secara gratis. Syaratnya hanya satu yaitu, petani menanam dengan pola tanam dan perawatan yang telah ditentukan.

IMG-20231006-WA0034  

Varietas yang ditanam adalah varietas Mentik Susu, dimana varietas ini merupakan varietas lokal yang memiliki usia panen lebih lama dari padi hybrid yang banyak ditanam saat ini. Bibit lokal memang paling cocok digunakan untuk pola tanam organic, karena setelah beberapa kali percobaan, jika menggunakan bibit hybrid (GMO), padi yang ditanam akan sangat rentan dengan penyakit, karen tidak diberikan campuran kimia saat olah tanah.

Dalam proses ini, Pemerintah Desa Bengkel mendapat banyak bantuan dan masukan dari berbagai universitas. Salah satunya adalah Universitas Udayana dan Universitas Muhamadiyah Malang. Petani banyak diberikan pengetahuan bagaimana caranya membuat pupuk, insektisida, pestisida dan hal – hal lain yang mengambil bahan – bahannya dari lingkungan sekitar. Sehingga harapannya, dengan memberikan pengetahuan tersebut, petani akan mampu menekan biaya produksi yang dikeluarkan.

IMG-20231006-WA0039 

Universitas Muhamadiyah Malang yang dikawal oleh Guru Besar Fakultas Pertanian Peternakan, Prof. Dr. Ir. Indah Prihatini, MP., IPU beserta Direktur Eksekutif APCE Unesco, Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc. Sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan, dimana berbagai program tersebut telah berjalan selama kurang lebih 4 bulan di Subak Bengkel. Mulai dari melakukan penjajagan di lapangan bersama dengan pekaseh Subak, pendataan varietas tanaman, kesuburan tanah, system irigrasi serta budaya.

IMG-20231006-WA0045 

Kerjasama tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendaftarkan Subak Bengkel sebagai salah satu warisan budaya dunia, karena dianggap memiliki nilai yang unsur holistic baik dari sisi Hydrology, Ecology, Eco-technology dan Culture / Budaya.

IMG-20231006-WA0071 

Dengan menerapkan pola tanam ramah lingkungan, hasil panen oerdana padi mentik susu tersebut berdasarkan hasil ubinan menghasilakan 9 ton panen / Ha. Hal tersebut sungguh diluar ekspektasi dan persepsi masyarakat selama ini yang mengatakan bahwa hasil yang didapatkan saat memulai pola organik akan jauh menurun.

Kuncinya ternyata ada pada bibit yang digunakan. Bagaikan lingga dan yoni, perlakuan tanah harus disesuaikan dengan bibit yang digunakan. Jika tanah sudah organik, maka bibit yang digunakan pun harus organik.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan