Ngewiwit, adalah sebuah pertanda dimana setiap petani dalam satu subak baru boleh memulai proses tanam. Sebelum upacara ngewiwit dilakukan, petani lainnya dalam satu subak tidak diperkenankan untuk melakukan proses penanaman padi.
Ngewiwit di Subak Bengkel selalu dimulai dari lahan pertanian yang dimiliki oleh Jro Pekaseh Subak Bengkel. Pada musim tanam ini dilakukan pada sasih Sadha, Sukra Umanis Ukir, tanggal 9 Juni 2023.
Seluruh kelian tempek di Subak Bengkel yang berjumlah 18 orang berkumpul pada saat itu untuk mengikuti prosesi ngewiwit serta ikut membantu mulai menanam. Lahan tersebut juga merupakan demplot pertanian organik program desa dimana bibit ya g ditanam adalah mentik susu.
Setelah proses ngewiwit selesai dilakukan, kini petani di Subak Bengkel sudah mulai melakukan olah tanah yang kemudian dilanjutkan ke proses menanam. Teknologi tanam dilakukan dengan cara japlak, dimana petani menanam secara maju dan menanam pada setiap ujung garis kotak-kotak yang telah dibuat sebelumnya.
Selain itu, UNESCO bekerjasama dengan Universitas Muhamadiyah Malang dan Pemerintah Kabupaten Tabanan membina petani yang memikiki lahan diseputar wilayah tersebut agar mulai bertani dengan pola organik. Para petani diajarkan untuk membuat andungan, pupuk organik padat dan cair dengan, pestisida organik dan zat pengatur tumbuh menggunakan bahan yang tersedia dilingkingan sekitar. Tujuannya adalah, setelah unsur hara tanah kembali normal dengan pola organik, lahan tersebut kemudian akan dilakukan sertifikasi dan didaftarkan sebagai site UNESCO.