Pupuk organik ada dua macam yaitu pupuk organik padat dan cair. Pupuk organik padat biasanya digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah yang memiliki PH tanah dibawah 5. Jika PH tanah dibawah 5, maka penggunaan pupuk organik padat sangat diperkukan agar kesuburan tanah dapat kembali dengan cepat.
Pupuk organik cair biasanya digunakan untuk merangsang pertumbuhan akar, batang, buah dan daun. Selain itu, dalam bentuk cair ada juga yang disebut dengan pestisida organik baik yang fungsinya untuk menghalau hama maupun serangga.
Kali ini, kita akan memaparkan lebih banyak tentang pupuk organik padat, dimana bahan-bahan yang akan kita gunakan adalah bahan yang ada disekitar kita. Karena fungsi pupuk organik padat adalah mengembalikan unsur hara tanah, maka unsur yang harus ada dan terpenuhi adalah NPK.
Unsur Nitrogen (N) bisa didapatkan dari ktoran hewan maupun sisa makanan didapur. Sedangkan unsur Pospor (P) dan Kalium (K) bisa didapatkan dari daun daun kering. Daun janur sangat mudah diyemukan di Bali karena digunakan untuk sesajen. Daun janur memiliki unsur Kalium yang tinggi, sehingga sangat baik digunakan untuk bahan pupuk.
Mari kita mulai persiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Daun kering dan janur yang sudah dicacah halus sebanyak 500kg
- 10kg sampah dapur yang sudah di blander halus
- 10kg kotoran unggas
- 10kg gram sekam bakar
- 500ml Bioaktivator (Biofarm atau EM4)
- 50 Liter air
- Bisa juga ditambahkan jerami untuk menambahkan unsur Kalium
Sekam bakar fungsinya untuk mengikat air, sehingga pupuk yang kita buat nantinya juga mampu menyimpan air.
Campur daun kering, sampah dapur, kotoran unggas dan sekam bakar menjadi satu secara merata. Sebelum diaduk, siapkan 50 liter air yang sudah dicampur dengan 500ml Bioaktivator, lalu semprotkan kedalam campuran daun, sampah dapur dan kotoran unggas yang sudah ditambahkan sekam bakar tadi. Lakukan dua kali sampai tiga kali pengadukan sehingga cairan bioaktivator tadi tercampur merata.
Setelah semua tercampur merata, kumpulkan semua bahan tadi dengan membuat gundukan lalu tutup dengan terpal. Lakukan proses pembalikan seminggu sekali selama 30-40 hari sampai suhu kompos stabil pada suhu 30-35 derajat.
Maka setelah melalui proses komposting selama 30 hari, maka kompos sudah siap untuk digunakan sebagai media tanam.