Salah satu inovasi yang dikembangkan di Desa Bengkel bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Politeknik Nasional adalah mengembangkan alat pemutar kompos otomatis. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menghemat waktu dan tenaga dalam proses fermentasi kompos.
Dalam proses komposting, kompos yang baik harus dapat mencapai suhu 70 derajat celcius. Jika suhu telah mencapai 70 derajat, maka kompos tersebut harus segera dibolak balik agar panas yang dihasilkan merata. Jika panas sudah merata, maka bakteri baik akan berkembang untuk mempercepat proses pembusukan. Tandanya, akan muncul jamur berwarna putih yang artinya bakteri yang tumbuh pada kompos tersebut sudah sesuai.
Nah, jika proses diatas dilakukan secara manual, maka akan membutuhkan tenaga dan waktu yang lumayan besar. Untuk itulah alat pemutar otomatis ini dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan dengan memanfaatkan mesim rotary kiln yang telah ada. Alat kemudian ditambahkan pada rotary kiln tersebut sehingga rotary kiln dapat diputar secara otomatis dalam kurun waktu tertentu.
Selain itu, alat yang ditambahkan tersebut juga dapat terhubung ke internet dengan mengirimkan informasi berupa suhundan kelembaban. Informasi tersebut kemudian yang digunakan untuk melakukan analisis lebih lanjut. Petugas TPS3R dapat melihat dan mengendalikan alat tersebut dari HP nya masing-masing.
Meskipun masih belum sempurna, alat tersebut dirasa sangat bermanfaat karena dapat menghemat waktu utamanya dalam proses pematangan kompos.
Pengembangan selanjutnya, akan dibuat pengukur suhu pada kompos yang tidak masuk dalam rotary kiln. Dengan demikian diharapkan petugas TPS3R dapat mengetahui kondisi kompos dengan lebih mudah dan melakukan pembalikan dengan tepat waktu.