You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Makna Gayah dalam Bebantenan Hindu di Bali

Pemdes 26 Maret 2022 Dibaca 1.783 Kali
Makna Gayah dalam Bebantenan Hindu di Bali

Semeton desa, kalian tahu gayah tidak? Gayah biasanya dibuat oleh krama adat hindu di Bali saat melangsungkan upacara adat.

Gayah merupakan sebuah simbol yang perlu kita ketahui maknanya. Gayah biasanya dibuat dari daging babi, dimana yang diambil adalah bagian lemak dan kulit. Dalam setiap ornamen yang dibuat, ada sebuah simbol keindahan seperti pohon beringin, ancak, bunga dan detail-detail lain.

Gayah merupakan sebuah simbol otak manusia. Kita tahu otak manusia 90% yang terkandung didalamnya adalah lemak bukan? Jika otak kiri, maka dalam ornamen gayah akan banyak dibuat sebagai simbol keindahan. Sedangkan otak kanan, gayah akan disimbulkan dengan banyak ornamen kehidupan.

Jika melihat susunan banten, gayah akan diletakan paling atas, lalu diikuti oleh banten Pregembal. Dimana banten pregembal ini bentuknya seperti kepala gajah yang memiliki belalai. Banten pregembal merupakan sebuah simbol syaraf leher yang menghubungkan otak manusia dengan tulang belakang, karena itulah bentuknya seperti kepala gajah dengan belalai. Dimana belalai adalah simbol syaraf penghubungnya.

Dibawah Banten Pregembal, ada Bebangkit. Bebangkit terdiri dari berbagai jenis daging. Mulai dari jantung, paru, hati, ginjal, empedu dan lain sebagainya. Yang mana bebangkit merupakan perlambang tubuh manusia.

Jadi, secara keseluruhan, banten yang selama ini kita tahu hanya sebagai persembahan, ternyata mengandung makna didalamnya.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan