Perayaan Nyepi Saka 1944 di Desa Bengkel. Kemeriahan perayaan Nyepi Saka 1944 pecah di hari Pangrupukan yang jatuh pada tanggal 2 Maret 2022. Setelah hampir dua tahun perayaan Nyepi khususnya pengarakan ogoh-ogoh dilarang dan ditunda akibat adanya pandemi dan aturan pemerintah untuk pembatasan kegiatan masyarakat.
Di Banjar Buduk misalnya, STT Binaremaja telah membuat ogoh-ogoh yang bertajuk Bagia Pula Kerti semenjak dua tahun lalu, yang rencananya akan diarak saat pangrupukan di tahun 2020. Namun karena pandemi, akhirnya dengan penuh kerelaam, pemuda di Banjar Buduk harus mengurungkan niatnya saat itu.
Hampir sama dengan pemuda di Banjar Buduk, STT. Genta juga harus menunda niatnya untuk mengarak ogoh-ogoh di tahun 2020. Ogoh-ogoh yang sebelumnya telah dibuat pun harus disimpan terlebih dahulu sambil menunggu kebijakan pemerintah untuk lebih melonggarkan kegiatan masyarakat.
Akhirnya, setelah vaksinasi berjalan hampir 95%, dan ada kelonggaran kebijakan oleh pemerintah provinsi, di tahun 2022, ogoh-ogoh akhirnya diijinkan. Atas izin yang diberikan oleh Bendesa Adat serta Kelian Banjar Adat, para pemuda di Banjar Buduk dan Banjar Bengkel Gede akhirnya dapat mengarak ogoh-ogoh dengan berkeliling diseputar wilayah banjar adat masing-masing.
Kemeriahan acara saat pengerupukan di dua banjar adat tersebut dapat kita saksikan pada video. Disisi lain, di Banjar Bengkel Kawan dan Telengis merayakannya dengan lebih sederhana. Karena ogoh-ogoh yang dibuat sebelumnya sudah diprelina (dibakar), masyarakat dan pemuda di Telengis dan Bengkel Kawan kali ini tidak mengarak ogoh-ogoh. Perayaan pangrupukan dilakukan dengan melakukan tradisi mabuu buu diseputaran wilayah banjar, dimana makna dari upacara tersebut sama, yaitu menghilangkan segala kekotoran, baik sekala maupun niskala.