17 Agustus 2021, kami mendapatkan laporan petani bahwa ada burung yang ditemukan terjebak dan tidak bisa terbang ditengah sawah. Mendengar laporan tersebut kami bersama Bapak Perbekel lalu langsung turun ke lokasi yang dimaksud.
Agak jauh dari pemukiman, kami kemudian masuk sedikit kedalam berjalan kaki dengan menggunakan bantuan cahaya berupa head lamp. Benar saja, kami menemukan seekor burung Tyto Alba disana.
Dikakinya terlihat ada bekas ikatan tali plastik berwarna biru. Kami coba tangkap, namun ia berusaha untuk terbang menghindar. Namun, rupanya sayapnya tidak cukup kuat ia gunakan untuk terbang. Lalu kami berusaha mendekatinya lagi dan berhasil menangkapnya.
Cepat-cepat lalu kami evakuasi dan bawa ketempat yang lebih terang dipinggir jalan. Saat kami mencoba untuk melihat keadaan si Tyto Alba, ada beberapa wisatawan yang lewat dan ingin tahu lebih dekat.
Rupanya, sayap Tyto Alba ini sudah dipotong dan berisi lem yang menyebabkan ia tidak bisa terbang. Kukunya yang kuat dan biasa digunakan untuk mencekram mangsa tikus pun terlihat sudah dipotong.
Mengetahui hal tersebut, kami lalu menelpon seorang teman yang memang telah lama mengenal sifat burung ini untuk dipelihara sementara sampai nanti ia siap untuk terbang. Jika sudah siap untuk terbang, baru kami akan lepaskan kembali ke alam liar untuk membantu petani mengurangi populasi hama tikus disawah.
Mari kita jaga burung hantu Tyto Alba ini bersama-sama.