Beberapa waktu yang lalu, kami memulai penelusuran batas-batas wilayah Desa Bengkel berdasarkan peta digital yang kami dapatkan di Badan Informasi Geospasial Indonesia. Peta digital yang telah dilengkapi dengan titik koordinat ini kemudian kami import ke Sistem Informasi Desa yang telah kami gunakan.
Berbekal peta tersebut, kami memulia penelusuran dari wilayah paling hulu yang berbatasan dengan Desa Pejaten dan Desa Nyitdah. Titik paling hulu merupakan pintu pembuangan air Subak Bengkel yang mana pintu ini biasanya digunakan untuk mengatur debit air yang masuk ke wilayah Subak Bengkel.
Diwilayah hulu ini yang diberikan tugas untuk mengatur dan menjaga tatanan air oleh Subak Bengkel adalah Tempek Panimbugan dimana sebagian besar penduduknya berada di wilayah Desa Dinas Pejaten. Namun, sayangnya sampai saat penelusuran ini dilakukan, belum ada terbentuk kepengurusan di wilayah Tempek Panimbugan ini.
Secara geografis, wilayah ini sedikit curam, sehingga persawahan yang ada disana berbentuk terasering. Selain menanam padi, beberapa lahan ada yang dimanfaatkan untuk menanam palawija, sayur, pohon pisang dan juga kolam ikan.
Kondisi dan suasana alam masih terlihat sangat alami namun belum terawat dengan baik. Kemungkinan hal tersebut terjadi karena pada saat penelusuran dilakukan bertepatan dengan masa keda tanam tanaman padi.
Pohon kelapa masih berdiri tegak pada kiri dan kanan parit dari aliran sungai utama. Hal ini menambah suasana rindang dan asri alam sekitar. Seandainya ada penataan yang lebih baik, tentu keindahan dan kesejukan alam sekitar akan menjadi sempurna.
Apalagi jika ditambah dengan kepedulian warga untuk ikut merawat sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.Banyak potensi yang bisa digarap, misalnya wisata water tubbing, trekking ringan, wisata ikan dan banyak lagi yang lain.
Untuk melihat seperti apa penelusuran yang kami lakukan, silahkan cek pada video berikut ini