You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Legenda Leak Teli Gede

Pemdes 10 Maret 2021 Dibaca 5.564 Kali
Legenda Leak Teli Gede

Konon ada kisah menggelikan, berkembang dari mulut ke mulut di masyarakat Nusa Penida. Kisahnya memang agak menggelikan sekaligus mengerikan. Menggelikan karena yang diceritakan agak jorok, yaitu teli yang dalam bahasa indonesianya adalah vagina atau alat kelamin wanita. Dikatakan mengerikan disebabkan kisah ini merupakan kisah mistis sejenis leak, berupa manusia jadi-jadian yang tak asing bagi masyarakat Bali.

Bermula dari cerita salah seorang penduduk desa setempat, pada suatu malam datang dari sangkep (rapat) banjar. Ia pada awalnya pulang dari rapat desa rame-rame, setelah itu ia berpisah dari teman-temannya, ia berjalan sendirian di kegelapan malam sebab memang rumahnya berada jauh paling ujung. Dalam kegelapan malam tersebut ia melihat ada kelebatan sinar mengkilap di tengah jalan. Ia mengira sinar itu adalah pantulan mata sapi yang biasa kelihatan bercahaya di malam hari. Ia bertanya-tanya dalam hati, kenapa ada sapi malam-malam di jalan sedang tidur? Siapa punya sapi ngeleb alias lepas dari kandangnya? Biasanya memang sering sapi-sapi lepas dari kandang dan tidur ditengah jalan semaunya.

Karena penasaran, ia mencoba untuk mencari tahu, sapi milik siapa yang sedang tidur di jalan. Ia menghidupkan lampu senternya yang sudah setengah mati, alias ngeremeng. Karena tak jelas, sosok sapi tersebut ia lalu mendekatkan senternya. Ternyata yang dilihat bukanlah sapi, tapi seonggokan daging basah sedikit kemerahan, berjurai-jurai dan bergerak-gerak. Bentuknya seperti teli (maaf, alat kelamin wanita) yang ukuranya sebesar badan sapi yang tertidur di jalan.

Sontak ia pun terkejut dan ketakutan, sebab ia tahu bahwa itulah yang disebut dengan teli gede jadi-jadian manusia sakti, atau bisa juga jadi-jadian wong halus. Ia segera berlari tunggang langgang, karena ia pernah mendapat pesan kalau bertemu dengan leak teli gede di tengah jalan pada waktu malam hari, maka segera lari karena teli gede tersebut bisa terbang, mengejar dan mencari mangsa dengan cara nangkeb (menutup lalu menindih) korbannya, sampai akhirnya tak berdaya. Karena ingat dengan pesan itu, maka ia pun segera lari sekencang-kencangnya.

Singkat cerita, sesampainya di rumah pada malam hari itu juga tak pernah berani menoleh ke belakang apakah teli gede itu terbang mengejarnya, yang penting malam itu ia sudah selamat. Pada keesokan harinya ia bertemu dengan tetangganya, ia pun bercerita mengenai kejadian kemarin malam bertemu dengan teli gede sebesar sapi yang sedang tidur. Tetangganya itu merasa ngeri mendengar dan sedikit geli karena kalau hal itu menimpa dirinya mungkin aja sudah pingsan melihat “barang antik” sebesar itu.

Versi lain tentang leak teli gede, juga dialami oleh warga desa Nusa Penida yang lain. Sebut saja namanya De Lolak, suatu hari menjelang sore ia berjalan di tempat yang sepi dan suasananya sudah sandikala. Ia berjalan di jalan setapak menuju tegalan untuk bergegas pulang. Dalam perjalanan ia kemudian mendengar ada suara radio di semak-semak. Suara radio itu sedang memutar lagu-lagu dangdut kesukaan De Lolak. Karena tertarik dengan suara musik serta ingin tahu siapa yang menyetel radio, lalu De Lolak mendekati sumber suara radio tersebut. Ia penasaran dan heran kenapa ada orang menyetel radio di semak-semak. Ia lalu mendekat ke sana, dan diperiksanya tempat itu ternyata tak ada radio. Tapi suaranya masih terdengar jelas di sana. Ia berpikir bahwa radio itu ada di bawah semak-semak dan tertimbun daun-daun kering di tegalan. Maka ia kemudian mengorek-ngorek daun-daun kering tersebut. Radio itu tak kelihatan, ia terus mengorek daun-daun yang ada di sekitar tempat tersebut berharap menemukan pesawat radio itu.

Setelah beberapa luas tempat tersebut dibersihkan dan dikorek, tiba-tiba radio itu pun berhenti berbunyi. De Lolak lalu mengamati tempat tersebut sambil terus mencari radio itu, namun tak sangka matanya melihat benda bulat sebesar gebeh (gerabah) tempat air yang besar dan menganga. Ia baru sadar bahwa yang ia bersihkan dari tadi adalah benda berbentuk teli gede yang sedang berdenyut-denyut dan mengeluarkan musik dangdut untuk menarik orang datang kepadanya. Melihat teli tersebut De Lolak tak pikir panjang lagi, ia segera kabur sebelum teli gede tersebut menangkap dan menelana ke dalam lubangnya yang besar. Atau jangan-jangan ia terbang lalu menangkap dirinya begitu ia cemas. Syukurnya ia selamat dari kejadian tersebut. Namun ia heran kenapa bisa teli gede itu mengeluarkan suara dangdut, sampai-sampai ia tertarik datang ke sana, begitu ia bercerita dengan teman-temannya di tempat kerja.

*Disarikan kembali oleh Gde Sulancuk 

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan