Kami sangat senang melihat kesadaran masyarakat perlahan - lahan mulai tumbuh untuk memanagemen sampahnya dari rumah tangga masing - masing, utamanya sampah anorganik. Peningkatan jumlah nasabah yang menabung ke bank sampah juga cukup signifikan dari bulan lalu yaitu sebanyak 60 nasabah .Total telah ada 185 nasabah yang saat ini terdaftar. Artinya baru 38,22% warga yang mau memanajemen sampah anorganiknya melalui bank sampah dari 484 dapur yang ada di Desa Bengkel.
Mungkin ada yang berfikir kalau memilah itu sulit dilakukan. Sebenarnya tidak. Memilah bukan berarti memisahkan sampah dari tempat sampah yang telah bercampur. Memilah itu sama saja dengan membuang sampah pada tempatnya.
Cara yang saya praktekan dirumah adalah, saya letakan 4 keranjang sampah pada satu tempat. Sebelumnya, keranjang sampah ditempatkan pada posisi terpisah mengingat ada 4 bangunan utama dirumah saya. Keempat keranjang sampah itu kemudian kami letakan dalam satu tempat dan kami berikan tulisan.
Satu keranjang sampah untuk membuang kresek dan pembungkus sejenis kresek lainnya, keranjang sampah kedua untuk membuang botol plastik, tempat ketiga untuk sampah daun dan upakara dan tempat keempat untuk residu (tissue, pembalut, pampers dsb).
Setelah itu, anak - anak dan keluarga yang lain kami ajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya di masing - masing tempat diatas. Pada saatnya bank sampah buka, kami tinggal menabung saja. Sangat mudah sebenarnya jika dilakukan dengan kesadaran.
Nah jika ingin tahu caranya memilah lebih detail lagi, yuk kita simak video berikut ini
Oleh: Perbekel Desa Bengkel