Sebagai umat manusia yang hidup di Bali, leluhur kita telah mengajarkan kita untuk menghormati keberadaan air. 70% tubuh kita ini adalah air yang berupa darah. Begitu pula dengan keberadaan Bhuana Agung yaitu Bumi ini.
Karena itulah kemudian pada setiap tradisi kita umat Hindu yang ada di Bali, selalu terkait dengan adanya tirta atau air suci.
Untuk menghormati dan menjaga keberadaan air tersebut, para relawan Desa Bengkel bekerjasama dengan Sungai Watch kemarin mulai melakukan langkah awal survey lokasi tempat pemasangan Trash Barier atau alat penghambat sampah dibeberapa urat nadi sungai yang ada di Desa Bengkel.
Idenya, Trash Barier tersebut akan dipasang pada lima titik. Satu di Hulu, dua ditengah dan dua lagi di hilir. Sehingga dengan demikian diharapkan tidak akan ada lagi sampah yang masuk ke desa dan juga keluar dari desa.
Setiap sampah yang terperangkap dalam trash barier tersebut akan dilaporkan, diangkut dan dihitung oleh para relawan bersama dengan Sungai Watch. Hasil dari kegiatan tersebutlah kemudian kita gunakan sebagai bahan evaluasi bersama dalam memupuk kesadaran kita untuk memanajemen sampah dengan baik dan tidak membuangnya ke Sungai.
Mari sama-sama jaga agar air kita di Desa Bengkel tetap bersih.