Beberapa minggu yang lalu, Bapak Perbekel Desa Bengkel mengajak beberapa warga kesalah satu tempat budidaya Maggot yang berada di Sading. Disana kami banyak mendapatkan ilmu baru tentang budidaya Maggot.
Rupanya, alasan beliau membudidaya maggot adalah karena ia juga membudidaya ikan lele, dimana ia memerlukan pakan sebanyak 15kg maggot tiap hari.
Meski ia telah membudidaya maggot, kebutuhan pakan lelenya ternyata masih belum mencukupi, karena ia terkendala masalah pakan maggot yang berupa sampah organik. Saat ini ia masih mencari sampah kepasar buah dekat rumahnya.
Bagaimana misalnya jika seluruh warga desa mau memanage sampah dan maggotnya sendiri, kemudian di desa ada yang budidaya lele atau ternak yang lain, lalu pakannya diberikan adalah maggot?